Resmi! TV Analog Di Jabodetabek dan Sejumlah Daerah Telah Dimatikan

Indonesia sudah hidup bersama dengan TV Analog selama 60 tahun, kini, TV analog resmi dimatikan dan dilakukan migrasi ke TV Digital.

Proses mematikan TV Analog telah dilakukan pada Rabu (2/11) tengah malam, tepat pada pukul 00.00 WIB. Prosesi dilakukan oleh Menkominfo Johnny G Plate, Ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Agung Suprio, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika ismail, dan petinggi dari sejumlah stasiun TV nasional.

Saat ini kawasan yang telah dimatikan lebih dulu TV Analognya ialah Jabodetabek dan sejumlah daerah. Wilayah lain dilakukan menyusul sesuai kesiapan yang ada. Dalam proses hitung mundur, Johnny dan lainnya menekan tombol layar TV yang menampilkan siaran TV Analog. Mulai pukul 00.00 WIB, siaran resmi berubah jadi TV Digital.

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Analog Switch Off (ASO) ini adalah bentuk transformasi digital Indonesia, International Telecommunication Union (PU) yang menjadi badan dunia juga memberi arahan untuk mematikan TV Analog.

“Ini ialah kewajiban kita untuk pindah ke digital, dengan ini Indonesia bisa mendapat efisiensi digital dividen” ujarnya.

Digital dividen ini bisa dimanfaatkan untuk menikmati akses internet berkecepatan tinggi, penanganan bencana alam, digitalisasi, pendidikan, ekonomi digital, dan kesehatan. Masyarakat juga bisa menikmati siaran TV dengan kualitas tampilan dan suara yang lebih baik dengan TV Digital.

“Ini juga akan jadi pertumbuhan konten lokal dan mendorong industri siaran dalam negeri” pungkasnya.

Bagi daerah lain yang belum menjalankan Analog Switch Off (ASO), wajib mulai bersiap untuk beralih ke TV Digital. Sebab Analog Switch Off (ASO) akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap, sejumlah persiapan untuk ASO bisa segera dilakukan masyarakat diantaranya :

  1. Memeriksa apakah TV yang dimiliki sudah mendukung TV Digital, caranya dari kardus kemasan TV, apakah ada tanda DVB-T2. Bisa juga dilihat di menu setting TV, coba lakukan pemindaian channel, jika ada pilihan DTV, artinya TV sudah bisa menangkap siaran TV Digital.
  2. Menggunakan Set Top Box (STB) jika TV yang dimiliki belum bisa menangkap siaran TV Digital. Pemerintah sendiri kelak akan membagikan Set Top Box (STB) gratis untuk warga miskin seluruh wilayah Indonesia. Bagi warga yang mampu diminta untuk membeli secara mandiri di toko-toko elektronik.
See also  Layanan QRku BCA Dihapus, Nasabah Bisa Pakai Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *